Rabu, 14 Oktober 2015

DEFINISI TELEMATIKA, PERKEMBANGAN TELEMATIKA DAN TREND TELEMATIKA DIMASA MENDATANG

DEFINISI TELEMATIKA

Telematika merupakan adopsi dari Bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya system jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Pertama kali istilah Telematika digunakan di Indonesia adalah pada perubahan pada nama salah satu laboratorium telekomunikasi di ITB pada tahun 1978.
Cikal bakal Laboratorium Telematika berawal pada tahun 1960-an. Sempat berganti-ganti nama mulai dari Laboratorium Switching lalu Laboratorium Telekomunikasi Listrik. Seiring perjalanan waktu dan tajamnya visi para pendiri, pada tahun 1978 dilakukan lagi perubahan nama menjadi Laboratorium Telematika. Ketika itu, nama Telematika tidak sepopuler seperti sekarang. Pada tahun 1978 itulah, di Indonesia, istilah Telematika pertama kali dipakai.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam Wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999. Dari hasil pencarian di arsip mailing list Telematika saya menemukan salah satu ulir diskusi menarik (membutuhkan login) tentang penamaan Telematika yang dikirimkan oleh Paulus Bambang Wirawan.
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
Integrasi antara system telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari computer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalu lintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
·               Integrasi antara system telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakanilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
·               Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari computer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
·               Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalu lintas (road vehicles dan vehicle telematics).

Perkembangan Telematika di Indonesia

Telematika banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah bidang telekomunikasi yang berfokus pada pertukaran data yang menjadi kebutuhan konsumen mereka seperti telekomunikasi lewat telepon, saluran televisi, radio, media lainnya, dan juga sistem pelacakan navigasi secara realtime berbasis satelit yang disebut GPS(Global Positioning System). Pada penerapaannya, Telematika menggunakan suatu teknologi pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi melalui perangkat telekomunikasi dalam hubungannya dengan pengaruh pengendalian/control pada objek jarak jauh.
Untuk di Indonesia sendiri, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat, yaitu:
1.             Periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Pada tahun 1970-an, perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, membuat Indonesia tidak cukup mengindahkan perkembangan telematika. Pada tahun 1980-an, jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas.
2.             Periode kedua disebut periode pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun ini. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televisi internasional - tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998. 

      Periode ketiga yaitu periode aplikasi dimulai tahun 2000. Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Namun, peluang untuk memperoleh informasi bernuansa pornografi dan bentuk kekerasan lainnya, menjadi sangat mudah didapatkan dalam teknologi telematika.


Perkembangan Telematika berkaitan dengan Komputer

Perkembangan telematika sangat erat kaitannya dengan jaringan yang terhubung diawali pada tahun 1962, ketika Departemen Pertahanan Amerika Serikat melakukan riset penggunaan teknologi komputer untuk kepentingan pertahanan udara Amerika Serikat. Melalui lembaga risetnya yaitu Advanced Research Project Agency (ARPA) menugasi the New Information Processing Techniques Office (IPTO), yaitu suatu lembaga yang diberi tugas untuk melanjutkan riset penggunaan teknologi komputer di bidang pertahanan udara. Lalu Pada tahun 1969 Departement Pertahanan Amerika Serikat menemukan sebuah teknologi yang esensinya memadukan teknologi telekomunikasi dengan komputer yang dikenal dengaan nama ARPANet (Advanced Research Projects Agency Network) yaitu system jaringan melalui hubungan antar komputer di daerah-daerah vital dalam rangka mengatasi masalah jika terjadi serangan nuklir.
Dengan dirintis oleh beberapa orang yang berdedikasi pada dunia akademisi, pengenalan dunia telematika mulai dilakukan seiring berkembangnya situasi politik dan ekonomi. Baik dukungan pemerintah di Indonesia serta pengaruh luar negeri, keduanya mengambil peranan penting dalam perkembangan telematika disamping ketertarikan masyarakat dalam membutuhkan teknologi. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital. Berikut merupakan contoh dari beberapa penerapan telematika dalam bidang komputer:
·               E-mail (Electronic Mail)
Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seseorang yang berada di suatu tempat dapat tetap berkomunikasi dengan orang lain pada tempat lain. Selain itu, dengan email, orang dapat mengirimkan berbagai informasi yang cukup banyak, yang tidak mungkin dapat dilakukan dengan media komunikasi yang lain.
·               E-commerce (Electronic commerce atauPerdagangan elektronik)
Adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
·               E-banking
Adalah transaksi keuangan antara personal / perorangan dengan organisasi lainnya dan juga dengan bank yang berkaitan tanpa adanya uang fisik yang terlibat.

Tren Telematika di Masa Mendatang

Upaya peningkatan pemanfaatan teknologi telematika secara optimal oleh konsumen di masa mendatang dapat tercapai jika tersedia ragam aplikasi dan konten yang mampu memenuhi berbagai jenis kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, dengan mendorong bertumbuhnya industri kreatif berbasis telematika, diharapkan akan berkembang sebuah industri yang akan menjadi motor utama penggerak industri telematika tersebut. Aplikasi seperti e-learning, tele-medicine, social networking, sampai konten selular seperti mobile magazine, mobile news dan lainnya adalah aplikasi unggulan yang disinyalir akan mampu menumbuhkan pengguna. Aplikasi unggulan tersebut juga harus mampu meningkatkan kualitas penggunanya.
Dalam perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terjadi saat ini juga diikuti dengan pemanfaat TIK tersebut. Contohnya adalah perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya.
      Dan pada akhirnya, era robotik akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik.


Sumber : 

Minggu, 07 Juni 2015

BIGBANG - MADE SERIES A



BIGBANG baru-baru ini telah merilis sebuah album yang bertajuk MADE SERIES. MADE sendiri  akan dirilis 2 single tiap bulannya. Pada awal mei telah dirilis lagu Loser dan Bae Bae dengan titled MADE SERIES M yang telah berhasil merajai tangga lagu korea hingga mencapai All-Kill. 
Setelah sukses dengan perilisan lagu Loser dan Bae Bae pada awal juni BIGBANG kembali merilis 2 single dengan warna musik yang berbeda dengan pada MADE SERIES M, dimana MADE SERIES A BIGBANG merilis lagu BANG BANG BANG dan WE LIKE 2 PARTY dengan warna musiknya lebih ngebeat dan lebih tajam. Karena MADE SERIES A baru dirilis kita berharap akan dapat menuai sukses yang sama dengan MADE SERIES M sehingga bisa merajai tangga lagu korea kembali ya, seperti nya VIP haru bekerja lebih keras nihh :)
Sukses selalu buat BIGBANG  <3

bagi yang ingin lihat MV  nya langsung tonton aja dibawah ini ya :')



Selasa, 02 Juni 2015

Tugas Bahasa Indonesia 2 - Skripsi, Tesis, Disertasi dan Tugas Akhir

1.              Pengertian Skripsi, Tesis, Disertasi dan Tugas Akhir
I.               Skripsi
Skripsi merupakan karya tulis ilmiah hasil penelitian dan/atau percobaan yang disusun oleh mahasiswa di bawah bimbingan dosen pembimbing skripsi dan dipertanggung-jawabkan dalam suatu Sidang Ujian Akhir Program untuk memenuhi persyaratan memperoleh derajat kesarjanaan strata satu (S1). Skripsi sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi sebagai bagian untuk mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi menjadi salah satu pembeda antara jenjang pendidikan sarjana (S1) dan diploma (D3).
II.            Tesis
Tesis adalah salah satu karya ilmiah tertulis yang disusun mahasiswa secara individual berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis. Tesis adalah pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen-argumen untuk dikemukakan, merupakan hasil dari studi yang sistematis atas masalah, tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Tesis adalah karya ilmiah yang disyaratkan untuk lulus pendidikan jenjang S2.
III.          Desertasi
Disertasi adalah karya ilmiah mahasiswa untuk jenjang pendidikan S3 yang berupaya menciptakan suatu teori baru dengan menguji hipotesis yang disusun berdasarkan teori yang sudah ada. Disertasi berupa paparan diskusi yang menyertai sebuah pendapat atau argumen.
IV.         Tugas Akhir
Tugas Akhir (TA) adalah hasil tertulis dari pelaksanaan suatu penelitian, yang dibuat untuk pemecahan masalah tertentu dengan menggunkan kaidah-kaidah yang berlaku dalam bidang ilmu tersebut.

2.             Perbedaan Skrips, Tesis, Disertasi dan Tugas Akhir
No
Aspek
Skripsi
Tesis
Disertasi
1
Jenjang
S1
S2
S3 (tertinggi)
2
Permasalahan 
Dapat diangkat dari pengalaman empirik, tidak mendalam
Diangkat dari pengalaman empirik, dan teoritik, bersifat  mendalam
Diangkat dari kajian teoritik yang didukung fakta empirik, bersifat sangat mendalam
3
Kemandirian penulis
60% peran penulis, 40% pembimbing
80% peran penulis, 20% pembimbing
90% peran penulis, 10% pembimbing
4
Bobot Ilmiah
Rendah – sedang
Sedang – tinggi.  Pendalaman / pengembangan terhadap teori dan penelitian yang ada
Tinggi, Tertinggi dibidang akademik.   Diwajibkan mencari terobosan dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan
5
Pemaparan
Dominan deskriptif
Deskriptif dan Analitis
Dominan analitis
6
Model Analisis
Rendah – sedang
Sedang – tinggi
Tinggi
7
Jumlah rumusan masalah
Sekitar 1-2
Minimal 3
Lebih dari 3
8
Metode / Uji statistik
Biasanya  memakai uji Kualitatif / Uji deskriptif, Uji statistik parametrik (uji 1 pihak, 2 pihak), atau Statistik non parametrik (test binomial, Chi kuadrat, run test), uji hipotesis komparatif, uji hipotesis asosiatif, Korelasi, Regresi, Uji beda, Uji Chi Square, dll
Biasanya memakai uji Kualitatif  lanjut  /  regresi ganda, atau korelasi ganda, mulitivariate, multivariate lanjutan (regresi dummy, data panel, persamaan simultan, regresi logistic, Log linier analisis,  ekonometrika static & dinamik, time series ekonometrik) Path analysis, SEM
Sama dengan tesis dengan metode lebih kompleks, berbobot yang bertujuan mencari terobosan dan teori baru dalam bidang ilmu pengetahuan
9
Jenjang Pembimbing/ Penguji
Minimal Magister
Minimal Doktor dan Magister yang berpengalaman
Minimal Profesor dan Doktor  yang berpengalaman
10
Orisinalitas penelitian
Bisa replika penelitian orang lain, tempat kasus berbeda
Mengutamakan orisinalitas
Harus orisinil
11
Penemuan hal-hal yang baru
Tidak harus
Diutamakan
Diharuskan
12
Publikasi hasil penelitian
Kampus Internal dan disarankan nasional
Minimal Nasional
Nasional dan Internasional
13
Jumlah rujukan / daftar pustaka
Minimal 20
Minimal 40
Minimal 60
14
Metode / Program statistik yang biasa digunakan
Kualitatif / Manual, Excel, SPSS dll
Kualitatif lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll
Kualitatif lanjut / SPSS, Eview, Lisrel, Amos dll

3.             Contoh Skripsi, Tesis, Disertasi dan Tugas Akhir

v Skripsi
HUBUNGAN ANTARA FASILITAS BELAJAR DAN KOMUNITAS TEMAN SEBAYA DENGAN MINAT MELANJUTKAN STUDI PERGURUAN TINGGI PADA SISWA KELAS XII SMK MUHAMMADIYAH 3 KULON PROGO TAHUN AJARAN 2011/2012
Oleh
R Satriyo Nugroho
10502247005
ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Fasilitas Belajar dan Komunitas Teman Sebaya dengan Minat Melanjutkan Studi Perguruan Tinggi Pada Siswa Kelas XII SMK Muhammadiyah 3 Kulon Progo Tahun Ajaran 2011/2012
Penelitian ini merupakan penelitian expost facto. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 155 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 101 dengan menggunakan bantuan monogram Hary King dengan taraf kesalahan 5%. Pemilihan sampel menggunakan teknik Probability Samplingjenis simple Random Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode angket dengan skala likert dan dokumentasi. Uji persyaratan analisis menggunakan uji normalitas, uji linieritas dan uji multikolinieritas. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan regresi ganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan positif Faslilitas belajar dengan minat melanjutkan studi perguruan tinggi, dibuktikan harga r hitung (0,212) yang lebih besar dari pada r table (0,196). (2) Terdapat hubungan positif komunitas teman sebaya dengan minat melanjutkan studi perguruan tinggi, dibuktikan harga r hitung (0,391) lebih besar dari r table(0,196). (3) terdapat hubungan yang positif antara fasilitas belajar, dan komunitas teman sebaya dengan minat melanjutkan studi perguruan tinggi, dibuktikan F hitung sebesar 9,633 lebih besar dari  Ftabel dengan df 2:100 sebesar 3,09. Sumbangan relatif yang diberikan dari masing – masing variable bebas adalah Fasilitas belajar 0,49% dan Komunitas teman Sebaya 13,6%.
Kata Kunci : Fasilitas Belajar, komunitas teman sebaya, Minat, perguruan tinggi, sumbangan relatif.

v Tesis
Pengaruh Struktur Penugasan dan Balikan terhadap Hasil belajar Keterampilan Praktik Kerja Kayu Priyono
Priyono. 2010.
Pengaruh Struktur Penugasan dan Balikan terhadap Hasil belajar Keterampilan Praktik  Kerja kayu. Tesis, Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.Pembimbing:(I) Dr. Waras, M.Pd., (II) Drs. Bambang Widarta, MT.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan melakukan uji empirik untuk mengetahui pengaruh struktur penugasan danstruktur balikan yang dibedakan antara struktur terurai perbagian dan struktur utuh terhadap hasil belajar keterampilan praktik kerja kayu, yang meliputi: (1) kecermatan kerja, (2) kecepatan kerja dan (3)kemampuan aplikasi pada situasi baru. Rancangan penelitian adalah quasi eksperimen dengan desainfaktorial 2x2. Subyek penelitian, yaitu 48 mahasiswa Program Diploma-3 Teknik Sipil dan Bangunan -Universitas Negeri Malang dibagi menjadi 4 kelompok yang sepadan, untuk dikenai perlakuan proses pembelajaran berbeda, yaitu: penugasan perbagian-balikan perbagian, penugasan utuh balikan perbagian, penugasan perbagian-balikan utuh, dan penugasan utuh-balikan utuh. Obyek kajian adalah praktik kerja kayusecara masinal. Skor hasil belajar dianalisis dengan anova, sampel independent.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan struktur penugasan dan struktur balikan dalam proses pembelajaran keterampilan praktik kerja kayu menyebabkan perbedaan pada hasil belajar. Secaralebih terinci data penelitian menunjukkan: (1) Penugasan atau balikan struktur terurai perbagianmenghasilkan unjuk kerja praktikan dengan kecermatan kerja lebih tinggi daripada struktur utuh, sebaliknya penugasan atau balikan struktur utuh menghasilkan kecepatan kerja lebih tinggi dari pada struktur terurai perbagian. (2) Penugasan struktur utuh  menghasilkan kemampuan aplikasi baru lebih tinggi daripada penugasan struktur terurai perbagian. Perbedaan struktur balikan tidak menunjukkan perbedaan kemampuanaplikasi baru secara signifikan. (3) Terjadi interaksi sangat signifikan antara penugasan dan balikan padahasil belajar aspek kognitif berupa kemampuan aplikasi pada situasi baru. Tidak terjadi interaksi signifikan pada hasil belajar psikomotorik berupa kecermatan dan kecepatan kerja.
Berdasarkan penelitian ini, strategi pembelajaran efektif adalah menyajikan kedua bentuk struktur dalam satu kesatuan pembelajaran, yaitu: struktur utuh pada penugasan, sedang struktur terurai perbagian pada balikan atau sebaliknya struktur terurai perbagian pada penugasan, sedang struktur utuh pada balikan.Mengikuti kesimpulan penelitian ini, dikemukakan dua butir saran: Pertama diterapkan pertimbangan antarastruktur terurai perbagian dan struktur yang utuh terhadap penugasan dan balikan dalam strategi pembelajaran keterampilan. Kedua adalah diterapkan tinjauan terhadap aspek kemampuan aplikasi padasituasi baru pada proses dan hasil belajar keterampilan.
Kata kunci : struktur penugasan, struktur balikan, hasil belajar, keterampilan kayu

v Disertasi
MODEL PENGEMBANGAN INSTRUKSIONAL PROMOSI KESEHATAN
STUDI PENGEMBANGAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA DAN UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA DI JAKARTA
Research and Development Model Instructional Development of Health Promotion Study on Medical Students of Krida Wacana Christian University and Indonesia Atma Jaya Catholic University Jakarta
RUDI PEKERTI
ABSTRACT
The aim of the study to create deepen learning instructional model health promotion advocacy for medical students to cope the unmet need.
Methods used based on educational research and development, data compiled from in-depth interview, questionnaires, test from respondents. The sample purposively focus on the whole clerkship population of the study for Indonesia Atma Jaya Catholic University respondents who used collaborative teamwork CAKES model. And Krida Wacana Christian University – UKRIDA individual respondents who used traditional learning method.
Research result products, namely: (1) The CAKES’ model, a collaborative learning rooted from gamelan’s learning. The CAKES’ model enriching the SPICES – PBL model of Indonesian Medical Council. (2) The Health Promotion Advocacy Module, while each module is consisted of thirteen instructional and content elements to cater to student’s need with facilitator’s guidebook. (3) The Cycle of Ten Steps Educational Research & Development of Health Promotion. (4) The Cross-link Theory Among Brain Networks.
All respondents (33) increase their gain score. All of Atma Jaya’s learning teams presented one minute advocacy message and advocacy plan of action with good result. The mayority of UKRIDA’s respondents practiced advocacy on their job after four years learning outcome. And the mayority of Atma Jaya respondents put advocacy as a public health armament. (5) Video advocacy products existed to explain the cross-link loops theory, 2010. Limitation of the study it would be best to scale up the study to represent nationwide base for policy usage backup and to study further the cross-link loops theory.
Recommendation: Sustainable improvement of educational products, develop multimedia enjoyable learning products, application model to other fields, compile Indonesia’s health advocacy cases, further study cross-link theory among brain networks for general application.
Keywords: health promotion, health advocacy module and facilitator’s guidebook, medical education, cycle steps of health promotion educational research and development, neuroscience, neuroeducation, cross-link theory.

v Tugas Akhir
MANAJEMEN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BENANG BEDAH ATRAMAT PADA PT. ENDO MEDICA NUSANTARA
ABDULLOH
0703302331
PROGRAM DIPLOMA TIGA AKUNTANSI
STIE MUHAMMADIYAH JAKARTA
2012
Abstrak
Karya tulis yang berjudul ”Manajemen Pengendalian Persediaan Benang Bedah Atramat Pada PT. Endo Medica Nusantara” disusun oleh Abdulloh dengan dosen pembimbing H. Gen Norman. T. , SE, AK.
Dalam karya tulis ini permasalahan yang dikaji adalah mengenai pengaturan persediaan, masalah import dan pengaturan persediaan di kantor cabang. Tujuan penelitian ini adalah sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar diploma III pada program akuntansi dan untuk menerapkan ilmu yang telah didapat selama kuliah, Metode penelitian dalam penyusunan karya tulis ini adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi dilapangan dan wawancara.
Dari hasil penelitian ini penulis menggunakan metode Re Order Point dan Safety Stock yaitu metode pembelian persediaan yang menyertakan persediaan cadangan dalam setiap pembelian barang. Dari hasil penelitian ini didapat kesimpulan bahwa pengendalian persediaan merupakan hal terpenting dalam perusahaan dan merupakan asset terbesar yang dimiliki perusahaan. Dalam penelitian ini penulis memberikan saran-saran terhadap perusahaan untuk mencapai kebaikan dimasa yang akan datang yaitu:
a)    Menambah sarana dan prasarna yang dibutuhkan untuk mencapai perbaikan-perbaikan dimasa yang akan dating.
b)   Dalam proses pembelian presediaan seharusnya perusahaan melakukan buffer stock atau stock cadangan untuk mengatasi terjadinya kekosongan persediaan ,sehingga pada waktu terjadinya pemesanan barang oleh pelanggan langsung tersedia barangnya

c)    Untuk masa yang akan datang seharusnya pihak manajemen mengambil kebijakan terhadap system akuntansi yang ada yaitu dengan melakukannya system desentralisasi terhadap kantor cabang.

Sumber: